Yani : Mission Completed!s

Tahun ini ada 13 adik asuh CACjogja yg lulus sekolah, baik dr SD, SMP, maupun SMK. Salah satu adik asuh yg lulus adalah Melyani alias Yani..
Puji Tuhan tahun ini Yani bisa lulus dr SMP 2 Bantul dgn NEM 374,5. Yani ini termasuk anak yang punya ambisi tinggi namun minder karena sering diejek karena kondisi ekonomi keluarganya yang kurang mampu. Karena pendidikan keluarganya yang kurang baik dan orang tuanya sibuk bekerja, Yani pun kebingungan waktu harus mendaftar ke SMA. Akhirnya 2 minggu yang lalu saya & Ara berinisiatif main ke rumah Dek Yani buat tau sampai mana proses daftar sekolahnya. Waktu berkunjung kami tau kalo Yani mau sekolah di SMA 1 Bantul dan ternyata ada pendaftaran khusus dengan jalur KMS. Jalur KMS adalah jalur khusus untuk siswa dari keluarga yang kurang mampu. Lalu kami mencoba sekalian melatih Yani untuk lebih mandiri & tidak bergantung pada orang tua juga kakak pendamping.

Kami mengikuti Yani yg naik sepeda menuju ke SMA 1 Bantul.

Kami mengikuti Yani yg naik sepeda menuju ke SMA 1 Bantul.

Siang itu juga, kami ajak Yani ke SMA 1 Bantul untuk mendapat informasi pendaftaran. Saya dan Ara naik motor, Yani naik sepeda. Kami mengikuti Yani yang naik sepeda menuju ke SMA 1 Bantul. Sampai di sekolah, kami arahkan Yani untuk berani menanyakan sendiri informasi yang dibutuhkan ke pihak sekolah. Sempat ada ekspresi menolak dari Yani, tapi kami paksa. Namanya juga latihan hihi.. Kami awasi Yani dari luar ruangan Tata Usaha. Setelah memastikan bahwa Yani mendapatkan semua info yang dibutuhkan, kami ajak Yani ngobrol. Kami ajak Yani berefleksi, bahwa Yani harus berani mencoba hal baru dan tidak perlu khawatir pada sesuatu yang belum terjadi. Yani sebagai anak sulung, harus mulai lebih mandiri dan tidak bergantung pada orang tua. Yani yang mau sukses, maka Yani harus berusaha.

 Yani sdg bertanya kpd pihak sekolah, kami mengawasi dr luar


Yani sdg bertanya kpd pihak sekolah, kami mengawasi dr luar

Kemudian sambil makan siang, saya tantang Yani untuk bisa mengurus semua keperluan pendaftarannya sendiri. Mulai dr legalisir KMS, memasukkan berkas ke sekolah, sampai daftar ulang ke sekolah. Bantuan dari orang tua hanya seperlunya saja. Jika Yani sanggup dan berhasil, saya menjanjikan memberinya tas sekolah (saya lihat tas sekolahnya sudah hampir jebol dan sudah usang). Kebetulan saya punya tas yang masih bagus tapi sudah tidak saya pakai. Yani kaget dan sempat tersedak makanan waktu dengar akan diberi tas sekolah hihi.. Kemudian dia berucap “insya allah dicoba”. Selesai makan, saya bimbing Yani untuk membuat agenda kegiatan. Apa harus dilakukan kapan dan bagaimana. Setelah Yani benar2 paham apa saja yang harus dilakukan, kami beranjak pulang ke rumah dan melaporkan apa yang kami lakukan ke ibu Yani. Kemudian kami berpamitan pulang sambil berpesan agar Yani tidak lupa apa yang harus dia lakukan.

Yani belajar membuat agenda kegiatan.

Yani belajar membuat agenda kegiatan.

Waktu berlalu, sampai akhirnya minggu lalu Ara berkabar bahwa Yani diterima di SMA 1 Bantul, Puji Tuhan. Maka siang tadi, kami kembali ke rumah Yani. Mau dengar cerita Yani dan tentu membawakan tas yang dijanjikan. Saat bercerita, ada rasa bangga dari ibu Yani karena Yani bisa mengurus sendiri mendaftar sekolah. Semua keperluan mendaftar disiapkan Yani sendiri kecuali ketika harus ke kantor yang jauh. Hebat! “Anak2 lain cuma nunggu di gerbang bu, cuma aku yang berani langsung masuk. Ternyata masalahh kebiasaan ya. Aku belum sekolah aja semua guru udah pada kenal aku saking seringnya ke sekolah”, kata ibu Yani menirukan Yani.

Yani dan tas sekolah "baru"nya.

Yani dan tas sekolah “baru”nya.

Dari proses ini Yani banyak belajar bahwa tidak ada gunanya khawatir berlebih ketika hal itu belum terjadi. Semua harus dicoba. Lalu seperti yang saya janjikan, saya memberi Yani tas sekolah. Semoga menambah kepercayaan dirinya di sekolah baru. Senang-senang malu Yani mengambil tas sekolah itu..hihi.. Lucu mukanya.. Tas ransel ini ada nilai historisnya lho.. Tas ini saya beli bertepatan dengan saya bergabung di CAC! Jogja hampir 5 th yang lalu. Semoga tas ini bisa menemani Yani menjalani studinya di SMA 1 Bantul.

Semangat belajar Yani makin tinggi, dia sudah mulai pinjam buku pelajaran alumni SMA 1 Bantul dan mulai membacanya. WOW!! Saya dan Ara ikut senang dan bangga atas keberhasilan Yani menyelesaikan “misi” kecil tapi penting ini. Semoga Yani bisa berprestasi di sekolah yang baru dan bisa terus belajar hingga cita-citanya tercapai. Semoga makin banyak adik asuh yang bersemangat belajar seperti Yani.