Part 3 CAC di Jawa Pos

Mereka Punya 14 Adik Asuh

Apa yang muncul di kepala ketika mendengar kata koin? mungkin sebagian orang akan ingat pengamen, kotak sumbangan masjid atau mngkin kerokan (cara mnyembuhkan masuk angin dengan menggoreskan koin ke kulit). namun siapa sangka, koin kecil yang bagi sebagian orang tidak berharga itu bisa mengantarkan anak tidak mampu melanjutkan sekolah.

drop, collect, send those kids back to school itu pula konsep sederhana yang coba diusung gerakan Coin a Chance. bahwa dari hal yang sangat sederhana, kita bisa melakukan hal besar. tadak muluk2, dari yang sedikit, apabila dikumpulkan secara massive, maka akan menjadi banyak.”dengan begitu, penggunaannya bisa lebih maksimal,” ujar Andrian Dwi Antoro, koordinator CaC Jogja pada Jogja Raya. Lalu, utk apa koin-koin itu? mnurut laki-laki yang akrab dipanggil Aan ini, ada perbedaan penyaluran koin di tiap daerah. misalnya di Jakarta dan Jogja, koin digunakan untuk membiayayai sekolah anak-anak kurang mampu namun tetap semangat sekolah.sedngkan kalau di Bali, koin disalurkan untuk anak-anak yatim. saat ini, cabang coin a chance ada di Bandung, Surabaya, Jakarta, Denpasar, Malang, Palembang dan Yogyakarta.

Sedangkan CaC Jogja, koin mereka salurkan kepada 14 adik asuh yang tersebar dibeberapa daerah di Jogja. dua belas diantaranya masih SD, sedangkan sisanya SMP. dana yang dianggarkan mereka perbulan sebanyak Rp 180.000,- untuk jenjang SD sedangkan Rp 300.000,- utk adik asuh SMP.
coiners jogja pun tidak asal tunjuk untuk adik asuh. mereka udah memiliki standar agar tidak salah pilih. Prtama2, survey dilakukan ke sekolah-sekolah di “pinggiran”. setelah itu, mereka meminta rekomendasi dari sekolah bersangkutan.”kalau sudah kami interview mereka dan mendatangi rumah si anak,” tutur Aan. Dari sanalah mereka mendapatkan gambaran siapa anak yang berhak menerima donasi itu. penyaluran koin itu sendiri sebagai coin dropping.

Saat ini, adik asuh CaC trsebar di sleman (4 orang), bantul (5 orang) dan jogja (5 orang). mereka adalah anak-anak yang menempuh pendidikan di sekolah-sekolah yang masih belum memiliki sarana dan prasarana memadai serta jauh dr perkotaan.

Selain coin dropping, CaC juga berusaha mengontrol perkembangan adik asuhnya. caranya, dengan menunjuk beberapa coiners untuk mejadi kakak asuh. Mrekalah yang bertugas mendampingi adik-adik kalau ada masalah.”misal kesulitan belajar,” tukasnya. dengang begitu, kegiatan tidak cuma melulu mengumpulkan uang dan menyalurkannya. Ada proses pendampingan dan pembinaan terus menerus kepada anak-anak tedak mampu itu