Part 2 CAC di Jawa Pos

COIN A CHANCE JOGJA, KRINCIIIIIIIIIIIIINGGGGGGGGGG!

Receh Itu Nggak Remeh
singkat, padat, jelas. itulah tag line yang digadang gerakan sosial Coin A Chance! Jogja. berawal dari ide dua sahabat karib, Nia Sadjarwo & Hanny Kusumawati, yang mengumpulkan koin untuk membantu anak-anak putus sekolah di Jakarta pada Desember 2008, gerakan ini selanjutnya menginspirasi orang di berbagai tempat.

salah satunya menginspirasi dua sekawan Alluisius Dian Hartanto & Ardian Kurnianto ke Yogyakarta pada tahun 2009. Karena sangat praktis dan mudah dicontoh gerakan anak muda itupun semakin aktif mengajak orang untuk menyumbangkan koinnya.aksi pertamapun segera dilakukan di lmbah UGM dalam acara Sunday morning. uniknya, mreka mnggelar tikar datas mobil pick up dan mnggunakannya sebagai tempat mengmplkan koin dan sosialisasi tentang Coin A Chance.

Aksi pengumplan koin itupun menjadi kegitan rutin mreka mnyebut momen itu sebagai Coin Collecting Day (CCD) yangg dilakukan sebulan sekali.dari yangg semula beberapa orang saja yang datang ketika CCD, lama-kelamaan jadi semakin banyak. secara alamiah terbentuklah perkumpulan atau komunitas itu.

Mereka pun memiliki sebutan sendiri bagi anggota. menurut Andrian Dwi Antoro (biasa dipanggil Aan), koordinator CaC jogja, anggota Coin a Chance dibagi dua yaitu coiners dan coin droppers.” coiners adalah teman-teman yangg menyumbang dan ikut maintennance atau trlibat aktif gerakan. sedangkan coin droppers itu anggota yang menyumbang saja,” saat ditemui Jogja Raya belum lama ini.
sekarang coiners di jogja brjmlh 20 orang, sedangkan coin droppers mncapai 200-anorg. mreka trdiri dr berbagai latar belakang, ada mahasiswa, dosen pelajar, sampai profesional.tidak pandang tua dan muda, semua punya kesempatan beramal dengan cara yang sangat simpel, yaitu dengan menyumbang koin.
saat ini, CCD lebih sring diadakan di bunderan UGM. Disana, coiners menunggu coin droppers menyerahkan “tabungan ” yang sudah dikumpulkan.setelah itu disetor, coiners menghitung perolehan. dari CCD, perolehan koin semakin meningkat. dulul ketika CCD#1, koin yang etrkumpul hanya 45ribu. Sedangkan pada CCD prtengahan Maret lalu, koin dan uang yang berhasil mereka kumpulkan melambung senilai Rp 1.815.800,-

Diakui Aan, sekarang tidak hanya yang disumbangkan, donatur tetap juga ada yang menyumbang berupa uang krtas. Itupun tidak jadi masalah, asalkan kata Aan, donatur tidak mnuntut program CaC sesuai keinginan mreka,”kami punya program yang udah berjalan dan dsepakati. kalau mau mempercayakan uangnya kepada kami, maka biarlah kami yang mengatur seperti apa baiknya,” tegas tambahnya. Menurutnya saat ini, CaC Jogja mmiliki 14 adik asuh yg ksemuanya adalah anak skolah berprestasi namun tidak mampu.