Mungkin Sederhana

Pulang dari kantor aq dan teman2 memasuki pintu belakang rumah om kami yang kami tebengi untuk hidup dalam perantauan ini..gag tau ini sebuah kebetulan atau apa, buatku hari itu sangat mengesankan perasaanku yang keras dan kaku ini..terlebih lebih karena sapaan dari seseorang yang menjadi panutan kami di dunia yang telah meninggal memberikan pesannya melalui slideshow yang sebenarnya membuatku ingin menangis mengingat apa yang belum dan sudah aq lakukan 22 tahun ini..aku kembali ditemui suatu tayangan kasih tentang seseorang yang mengidap suatu penyakit yang sangat aneh,,mungkin aku bisa jijik dan pergi darinya jika dia ada disekitarku..aku emang gag kuatan,namun aku iba disana..melihat kembali pada diriku yang diciptakan baek adanya melebihi mereka yang lebih kurang beruntung dengan penyakit-penyakit aneh itu,,dimualai dari manusia berkutil,manusia bersisik,manusia berkawat di perut,dalam benakku,mereka punya hak yang sama hanya aja mereka terbatasi oleh keadaan fisik mereka yang juga pasti mempengaruhi mental mereka..aq berterimakasih atas anugerah ini..dan aku selalu ingin membuat sesuatu berguna saat ini dan q rasa aq akan sanggup melakukannya dimulai dari hal kecil ini..aq tidak memaksa dan menyuruh untuk “ayo kita lakukan” tapi “coba lihat kamu dan mereka dan betapa tipisnya perbedaan itu di sana”..dan aku ingin bisa berbuat banyak untuk mereka dengan jalan yang aku buat sendiri..