Modal Receh: Bawa Tekad, Jadilah YCAC

mengumpulkan koin

mengumpulkan koin

Mungkin judulnya terasa remeh ya? Hehehe.. Tapi menurutku, receh emang enggak pernah remeh..

Perkenalkan, namaku Karlina Denistia. Artikel ini ditulis bulan Oktober 2015 dan bulan Maret 2016 besok aku udah akan berada di Universitas Tuebingen, Jerman untuk menempuh study S3 dalam bidang Linguistik. Aku kenal Yogyakarta Coin A Chance (YCAC) sejak tahun 2009 dan berpartisipasi sebagai volunteer aktif sampai tahun 2013. Bukan berarti setelah 2013 itu aku jadi pasif.. hahahaha.. lebih tepatnya aku off karena aku mau fokus menyelesaikan studi S2 utk kemudian cari beasiswa S3. Alhamdulillah, saat artikel ini dibuat, aku sudah resmi menjadi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) batch 28.

Aku mau sharing… untuk selanjutnya, yang akan kamu baca adalah timeline 4 taun cerita asik2an selama aku bergabung dengan YCAC dan bagaimana lewat receh, kami bisa berbagi untuk negeri.. oiya, tulisannya aku bikin beberapa part yaa.. biar ngga kepanjangan scroll down nya dan tetep asik mbacanya.. di part terakhir akan aku share juga bahwa pada akhirnya, manfaatnya YCAC balik ke diri sendiri 🙂

2009-2010
Awalnya blog walking coinachance.com kemudian tertarik untuk membawa gerakan ini ke jogja. Bikin beasiswa dari ngumpulin receh is a very simple thing to do *jatuh cinta pada membaca pertama*. Namanya juga merintis komunitas, pasti ngga semulus yang dipikirkan:

Yang Dipikiran Kenyataan
komunitasnya langsung disambut baik sama masyarakat dan banyak yang gabung yang percaya sama komunitas ini cuma sepuluhan orang. Itupun sobat2nya founder.Bahkan ibuku masih mempertanyakan kredibilitas ide komunitas ini. Wkwkwkwk. Ngenes… bahahhahhaa… tapi nggapapa, maju teros!!! Akhirnya YCAC bisa melaksanakan CCD pertamanya yang terkumpul 80 ribu rupiah. Itu pun dari receh sekitar 10 orang.YCAC bermain dengan akumulasi hal simple untuk menjadi hal besar. Dari ratusan jadi ribuan, ribuan jadi puluh ribuan, jadi ratus ribuan, jadi jutaan, jadi puluh jutaan,jadi semakin banyak mimpi adik asuh yang terwujud dari receh ini.
sekolah2 target akan seneng karena anaknya dikasih beasiswa karena cuma modal mulut, awalnya beberapa sekolah ngga begitu percaya. Wkwkwkwk.. yakali, modalnya omongan dan rencana serta harapan doang. Akhirnya kita modal proposal. Yaaah, lumayan meyakinkan lah ya..dan alhamdulillah tanggapan sangat baik datang dari beberapa SD yang akhirnya sampai sekarang jadi sekolah partner YCAC,misalnya SD Nolobangsan dan SD Timuran. Naaamuuunnn, ada juga SD yang belibet birokrasinya. Pake acara dirapatin ini itu,dipending2 prosesnya.. padahal kan niat YCAC baik, mau ambil adik asuh dari salah satu murid mereka.Akhirnya YCAC move on dari SD yang macam ini :)))
cashflow lancar jaya Cashflow tak seindah yang dibayangkan. Pernah YCAC punya duit cuma 180.000 dan harus biayain 2 adik asuh (Dewa dan Dyah).. kalo beasiswanya dikasihin, KAS AKAN ENOL.. we took the risk. Karena dana beasiswa ini adalah amanah, ya berarti harus disampaikan. Dan alhamdulillah kas jadi bersih cling cling. Hahahaha.. what a story! YCAC mulai dari awal lagi, Coin Collecting day.. dan justru jadi makin semangat but ngajak temen2 gabung soalnya kalo ngga ada receh, adek2 asuh yang masih 2 orang ini ngga bisa beli buku..
semua berjalan dengan indah ya, harapannya memang semua berjalan dengan indah. Kenyataannya, semua berjalan dengan gotong royong. Bisa bayangin kondisi begini ngga? Yang dateng Coin Collecting Day = yang dateng rapat survey adik asuh = yang survey adik asuh = yang jadi admin socmed = yang terjun Coin Dropping = yang lobby ke donatur = yang jadi kakak pendamping = yang ngurusin lain2. Semuanya ayo digarap bareng pokokmen. Hajaaarrrr!!

Begitulah awal mulainya YCAC. Komunitas ini berangkat dari kesamaan niat untuk membantu pendidikan di kota pelajar dan segala apa yang terjadi di dalamnya dianggap sebagai dinamika yang so fun and enjoyable. Keringetan bareng, panas2 bareng, keluar duit bareng, semuanya deh..

Mungkin ini yang namanya CINTA yah..

(karlinakuning/adm)