Menjadi Coin Droppers? Ini ceritanya :)

“Maaf receh mas kembaliannya”

“Wah malah gakpapa kok mas, makasih ya”

Suatu percakapan singkat di depan meja kasir sebuah minimarket, saya baru saja membeli beberapa cemilan dan minuman untuk menemani menghabiskan keseloan di kamar. Sampai di kamar yang cukup berantakan, saya merogoh bagian kiri, kanan, dan belakang kantong saya. Mencari suara-suara khas yang selalu saya suka dan nikmati keberadaannya, ya koin.

Saya meletakan koin-koin hasil perjalanan seharian di kantong ke sebuah wadah sederhana, bekas toples astor yang bertutup merah dari bahas plastik yang bening, memandanginya dari hari ke hari semakin bertambah dan kian penuh ialah rutinitas sederhana yang menyenangkan. Di bagian samping koin tertulis “Mimpi Adik-Adik”, saya selalu suka menganalogikan satu hal dengan hal yang lain, saya anggap koin-koin di dalam toples astor ini adalah pondasi-pondasi mimpi, ya, mimpi mereka yang saat ini telah saya anggap sebagai keluarga saya, adik saya.

Sambil melahap cemilan yang entah kenapa mengalir habis begitu saja, saya melihat linimasa dari akun Twitter @CACJogja, mencoba mencari kegiatan yang kiranya tepat untuk mengikis keseloan saya. Dan kebetulan, ternyata minggu depan ialah agenda rutin komunitas Coin a Chance Yogyakarta, yaitu Coin Collecting Day. Ini adalah kali pertama saya mengikuti kegiatan dari komunitas Coin a Chance Yogyakarta, walaupun sudah cukup lama saya stalking linimasanya, cinta diam-diam, haha.

Koin Untuk Mimpi

Tepatnya di hari Minggu, tanggal 5 Juni 2011 saya datang ke Bunderan UGM dengan membawa tas kamera yang lebih berat dari biasanya, bukan berisi kamera, namun berisi koin-koin amanah dari teman-teman di kampus, “Daripada nganggur, mending untuk mereka..” ujar mereka. Oh iya, dan itu adalah pertama kalinya saya bergabung dengan komunitas selain dari kampus, sebuah pengalaman baru yang menyenangkan bertemu manusia-manusia yang beragam, unik, dan hangat, itulah mengapa akhirnya saya cukup nyaman berada di sana walaupun belum mengenal satu sama lain.

Hari semakin sore, teman-teman semakin banyak yang hadir untuk mengumpulkan koin, beberapa langsung pulang karena kesibukannya, dan di sanalah saya tahu istilah coin droppers, yaitu teman-teman yang menyalurkan koinnya untuk adik-adik Coin a Chance Yogyakarta walaupun belum bergabung secara kepengurusan, mereka adalah keluarga besar dari komunitas ini. Koin sudah menggunung dari kiriman para coin droppers, teman-teman yang sudah membentuk lingkaran langsung menyiapkan amunisinya, ada yang memegang plastik dengan muka sumringah siap meraup koin-koin tersebut, ada yang menyiapkan pulpen dan kertas untuk menghitung, dan ada yang makan-makan, memang, satu rutinitas dari Coin Collecting Day yang cukup menyenangkan setidaknya bagi saya adalah: pasti ada saja yang membawa cemilan atau oleh-oleh untuk dibagikan, ini baru namanya solidaritas! Haha.

Tidak terasa sejak dari awal berkumpul, beberapa jam telah kita lalui, jari-jari tangan sudah menghitam karena menghitung koin, dengan baunya yang khas. Koin-koin yang awalnya sudah menggunung telah rapi di dalam sebuah plastik besar, dan yang mengejutkan adalah jumlahnya.. Lebih dari angka dua juta rupiah! Baru kali ini saya melihat koin sebanyak itu dalam satu waktu, sekali lagi, saya menemukan pengalaman baru di sini.

Namun, suatu hal besar yang saya pelajari dari sore itu adalah, bahwasaja tidak semua hal besar harus selalu dimulai dari hal besar. Lewat hal kecil dan kadang disepelekan seperti koin saja bisa menemukan suatu pencapaian yang cukup luarbiasa. Dan hal lain yang saya pelajari adalah, bahwa semangat-semangat kecil yang dilakukan bersama secara akumulatif, dapat menjadi suatu perubahan dan sinergi besar, pula dengan dampak yang besar. Saya mengutip percakapan yang sempat terlontar pada sore itu, “Bila kita ingin berbuat, tinggallah berbuat, bila kita ingin berbagi, tinggallah berbagi. Setiap hal, sekecil apapun, selalu berpotensi memiliki dampak, seperti koin ini, ini adalah pondasi mimpi-mimpi mereka (adik asuh)”, saya menanggukkan kepala tanda setuju. Mereka, coin droppers, adalah orang yang membangun pondasi-pondasi kecil tersebut, bersama-sama.

Sejak itulah, kali pertama saya menjadi bagian keluarga Coin a Chance Yogyakarta, saya selalu percaya bahwa tidak ada hal kecil di dunia ini, yang ada hanyalah yang dihargai atau tidak. Dan ya, berbagi itu sederhana, salam krincing! 🙂

Diambil dari: http://fanbul.blogspot.com/2013/04/sesederhana-koin.html