Hobby dan Berbagi

sidiq jalan-jalan

sidiq jalan-jalan

Waktu berjalan dengan cepatnya tanpa terasa sudah waktunya kegiatan rutin dari Yogyakarta Coin A Chance (YCAC) setiap 6 bulan sekali untuk menyalurkan beasiswa ke sekolah-sekolah adik asuh YCAC yaitu Coin Dropping. Dalam artikel ini aku ingin berbagi pengalamanku saat kegiatan Coin Dropping semester ganjil tahun ajaran 2015-2016. YCAC mempunyai 30 adik asuh yang terbagi diseluruh wilayah kota Yogyakarta, maka untuk kelancaran kegiatan ini maka Coin Dropping dibagi menjadi 5 wilayah yaitu wilayah Utara (daerah sekitar Jl. Kaliuran dan Jl. Monjali ), wilayah Timur (derah sekitar Maguwoharjo, Janti, Ambarukmo Plaza, Timoho), wilayah Selatan (daerah Bantul dan Sekitarnya), wilayah Kota (daerah sekitar Malioboro, Sosorowijayan), wilayah Barat (daerah Godean dan sekitarnya). Kebetulan untuk Coin Dropping kali ini aku menjadi penanggung jawab kelompok wilayah Selatan.
Coin Droping hari pertama (Jumat, 14 Agustus 2015) Aku bersama mas Dede memutuskan untuk Dropping ke dik Alif Khurdi yang sekolah di SMP 1 Sewon Bantul. Kami bertemu dengan kepala sekolah terlebih dahulu untuk memberitahukan keperluan kita disana dalam rangka menyerahkan beasiswa dik Alif, dan kemudian bertemu dengan guru BP yang bertanggung jawab soal beasiswa dan laporan penggunaannya. Di sana kami disuguhi makanan yang enak-enak seperti singkong rebus, pisang rebus, dan kacang rebus. Karena mungkin kami berdua memang lapar, ya akhirnya kami nikmati saja makanan yang telah disuguhkan itu hehehe…
Dalam setiap agenda kegiatan Coin Droping, selain tugas dari kami para volunteer menyampaikan secara langsung beasiswa untuk adik-adik asuh YCAC, kami juga bertugas untuk meminta laporan keuangan penggunaan beasiswa semester sebelumnya. Kami juga menanyakan soal perkembangan adik asuh dalam bidang akademis maupun non akademis kepada guru ataupun langsung kepada si adik asuh tersebut.
Setelah dari SMP 1 Sewon, Kamilangsung meluncur ke sekolah dik Latifa di SMAP2 Bantul. Dik Latifa baru saja masuk di SMP ini, tapi guru-guru sudah banyak yang mengenal dia, bukan karena dia nakal lho ya, tapi karena Latifa emang cewek yang pemberani, makanya dia dipercaya untuk menjadi ketua kelas.
Coin Dropping hari kedua (Rabu, 19 Agustus 2015), saat ini aku berangkat sendiri tapi tidak ada kata kesepian bagi saya walaupun tidak ada teman yang bisa menemani. Hari ini aku mempersiapkan alat-alat pusaka berupa alat pancing untuk mengantisipasi kelelahan dan kebosanan setelah selesai droping. Saya hobi sekali dengan memancing dan kebetulan sekali ketika melewati daerah Bantul banyak spot mancing yang menurut saya sangat potensial.
Sekolah pertama yang saya kunjungi adalah sekolah dik Afri dan Baiti di SMP 2 Jetis. Jalan berkelok-kelok, udara segar dan hamparan sawah yang luas membuat saya lebih menikmati perjalanan, dan yang paling penting adalah saya akan bertemu langsung dengan adik-adik asuh CAC.
Selesai dengan droping beasiswa buat dik Afri dan dik Baiti di SMP 2 Jetis, saya langsung meluncur balik ke SMP 1 Jetis sekolahnya dik Tiara yang ternyata tadi sudah saya lewati saat perjalanan ke SMP 2 Jetis. Sampai di Jetis 1 ternyata sekolahnya luas dan bagus karena SMP sama SD digabung menjadi satu. Karena baru pertama kali ini YCAC Coin Droping di SMP 1 Jetis, maka saya harus menerangkan terlebih dahulu tentang YCAC kepada Kepala Sekolah sekaligus meminta kerjasama dengan pihak sekolah tentang besiswa dan laporan penggunaan dana, serta besiswa tersebut bisa digunakan untuk biaya apa saja sama dik Tiara semester ini.
Siang itu lumayan panas, walaupun perjalanan selanjutnya ke SMA 2 Bantul masih lumayan jauh, tapi bagiku tetap menyenangkan. Sama halnya dengan sekolah SMP 1 Jetis, ini merupakan pertama kalinya YCAC melakukan Coin Dropping ke SMA 2 Bantul. Dik Yani ternyata sudah dikenal oleh beberapa guru karena dia memang anak yang pintar. Di dalam ruangan guru ketika saya menyerahkan beasiswa, guru BP memberi motivasi kepada dik Yani tentang masalah cita-cita dan harus sungguh-sungguh karena sudah banyak yang membantu dik Yani. Dan saya sebagai kakak pendamping di YCAC pun ikut “dikepret” motivasi oleh bapak guru satu ini hehehe… Dik Yani sempat mengeluh karena jarak rumahnya menuju sekolah lumayan jauh, tapi saya pun ikut sok-sokan memberi motivasi pada dik Yani biar dia tetap semangat. Saya sebagai kakak pendamping adik asuh di YCAC jadi merupakan tugas saya yang harus bisa ngasih semangat buat adik asuh. Syukur-syukur semangat yang saya kasih itu menjadi berbalik kepada saya agar dilancarkan segala urusan. Ya itu bonus saja sih, tapi yang lebih pentingnya ke efek moral.
Selesai dari sekolahnya dik Yani, saya langsung meluncur ke Spot potensial terkdekat untuk istirahat dan memancing. Ternyata hobi dan berbagi itu bisa berjalan beriringan kalo kita menjalankannya dengan senang.
Coin Dropping hari terakhir untuk wilayah selatan (Sabtu, 22 Agustus 2015), tinggal satu lagi adik asuh yang harus saya dropping yaitu dek Mitha. Ada yang special untuk urusan dropping ke dik mitha, karena kerjasama di sekolahnya dik Mitha tidak bisa diterapkan seperti standart kerjasama YCAC dengan sekolah-sekolah adik asuh YCAC yang lainnya maka yang memegang dan mengawasi penggunaan beasiswa dik Mitha saat ini oleh om Nono dan mbak Yanti (volunteer YCAC yang baru saja menikah, cie manten baru.. hiihihi).
Saya, mbak Yanti dan om Nono rencananya mau ke rumah dik Mitha pada sore hari, karena dik Mitha pulang sekolahnya sore. Karena saya dari pagi sudah berada di kampus maka setelah pulang dari kegiatan di kampus untuk mengisi waktu nunggu sore, saya ke daerah Kronggahan, yaitu daerah di Jl. Kabupaten. Kenapa saya kesana? Ya karena di situ ada spot mancing hehehe.
Sore sudah tiba, maka saatnya saya berangkat ke tempat dik Mitha. Sesampainya di depan rumah saya melihat ada beberapa aquarium yang tidak terpakai, rumahnya sederhana dan ya… sempit. Kami semua mengobrol hangat dengan keluarga dik Mitha. Orang tua dik Mitha sangat menyenangkan dan kami melempar canda tawa di rumah yang sederhana itu. Obrolan kami semakin nyambung ketika saya tahu ayah dik Mitha adalah seorang angler surftfishing. Sama-sama hobi mancing hanya saja beda teknik. Kalau ayah dik Mitha pake teknik yang namanya pasiran, spot mancing di pantai kalau saya lebih suka teknik casting yang memakai umpan palsu.
Karena sudah magrib, kami pamit pulang. Menyenangkan sekali bisa main ke rumah salah satu adik asuh. Kita bisa merasakan kebahagiaan dalam kesederhanaan. Keluarga yang hangat dan menyenangkan.
Nah itu tadi pengalaman saya ketika droping di CAC. Menyenangkan sekali karena kita bisa mendapat pengalaman baru, tempat baru, dan dunia baru. Rasanya puas sekali bisa mengantar beasiswa kepada adik-adik asuh yang membutuhkan.

 

Oleh : Mohammad Amir Sidiq

Editor : Yusril Riza M.