Category Archives: koran

YCAC in Koran Tribun

Yogyakarta Coin A Chance in newspaper

Part 4 CAC di Jawa Pos

Aktif Kampanye via FACEEBOOK dan TWITTER

5000 Celengan sebagai Penambah Semangat Anggota

Mengumpulkan receh per receh itu kadang tidak mudah. pasalnya karena koin kwcil yang enteng itu kadang terselip atau jatuh entah dimana. Kalau begitu, kadang orang malas mencari.Padahal, jika satu koin dikumpulkan dengan koin lain, maka nilainya akan mejadi semakin besar.

Zaman dulu, untuk menampung koin buat ditabung, dibuatlah celengan. ada yg brbentuk ayam jago, babi, atau yang mirip kendi.Kdng kehadiran celengan itu justru mmbuat anak menjadi lebih semangat dalam menabung. kadang merekapun menenteng celengan itu keman-mana sambil menunjukkan ke teman, saudara, dan org tua bahwa celengan itu mrupakan miliknya.

Bgitu pula yang dilakukan Coin a Chance dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa), mengantisipasi kebosanan coiners dan coin droppers menabung koin, pada awal 2011 mereka membuat celengan.Untuk apa?celengan itu dibagikan kepada prusahaan dan perorangan yang selama ini sudah menjadi donatur Coin a Chance.

Anggota Coin a Chance di Jogja pun tidak ketinggalan mendapatkan celengan dengan desain khusus itu. menurutt Andrian Dwi Antoro pada Jogja Raya celengan itu semakin menambah sense of belonging anggota CaC. Andrian Dwi Antoro yang akrab disapa Aan ini juga memaparkan aksi sosial semacam ini perlu dijaga smngtnya”. Celengan itu berfungsi sebagai pengingat bagi anggota bahwa masih banyak anak-anak putus sekolah dan tidak mampu yang butuh uang receh mereka-mereka. tuturnya.
Selain menjaga semangat dengan keberadaan celengan, mereka juga aktif mengadakan kampanye melalui internet, terutama media jejaring sosial sperti facebook, twitter dan blog. Coin a Chance Jogja sendiri bisa ditemui di facebook Yogyakarta Coin a Chance, blog di http://www.coinforall.com dan melalui twitter di http://twitter.com/coinforall.

Lewat jejaring sosial itu, mereka mensosialisasikan kegiatannya.mulai dari proses dropping coin, penghitungan, sampai penyerahan beasiswa.sampai saat ini (ktika berita ini dtulis), anggota CaC Jogja di facebook mancapai 1559 orang. angka itu dirasa besar untuk komunitas yang hanya mencakup daerah trtentu.

Melalui CaC ini, banyak hal yang bisa dipelajari dari kehati-hatian mereka dalam memilih adik asuh, metode pengumpulan dana,dan cara kampanye. semua sangat mudah dilakukan.Hanya melalui internet yang semua orang bisa mengakses, mereka menyebarkan semgnt ini ke semua orang, menginformasikan tempat dan waktu CCD, dan mmperoleh teman dari berbagai tempat..”karena itulah kami beranggapan bahwa peduli tarhadap orang lain itu sebenarnya sangat mudah,” tandas Aan. Ia berharap lebih banyak lagi warga masyarakat yang peduli dalam kegiatan yang mereka lakukan. bahkan seandainya ada yang meniru di tempat lain para pegiat Coin a Chance Jogja akan senang. Karena semakin banyak yang berkiprah dalam kegiatan seperti ini, akan semakin banyak anak-anak putus sekolah yang tertolong.”virus ini mamang sselalu berusaha kita tularkan,” harapnya..

Part 3 CAC di Jawa Pos

Mereka Punya 14 Adik Asuh

Apa yang muncul di kepala ketika mendengar kata koin? mungkin sebagian orang akan ingat pengamen, kotak sumbangan masjid atau mngkin kerokan (cara mnyembuhkan masuk angin dengan menggoreskan koin ke kulit). namun siapa sangka, koin kecil yang bagi sebagian orang tidak berharga itu bisa mengantarkan anak tidak mampu melanjutkan sekolah.

drop, collect, send those kids back to school itu pula konsep sederhana yang coba diusung gerakan Coin a Chance. bahwa dari hal yang sangat sederhana, kita bisa melakukan hal besar. tadak muluk2, dari yang sedikit, apabila dikumpulkan secara massive, maka akan menjadi banyak.”dengan begitu, penggunaannya bisa lebih maksimal,” ujar Andrian Dwi Antoro, koordinator CaC Jogja pada Jogja Raya. Lalu, utk apa koin-koin itu? mnurut laki-laki yang akrab dipanggil Aan ini, ada perbedaan penyaluran koin di tiap daerah. misalnya di Jakarta dan Jogja, koin digunakan untuk membiayayai sekolah anak-anak kurang mampu namun tetap semangat sekolah.sedngkan kalau di Bali, koin disalurkan untuk anak-anak yatim. saat ini, cabang coin a chance ada di Bandung, Surabaya, Jakarta, Denpasar, Malang, Palembang dan Yogyakarta.

Sedangkan CaC Jogja, koin mereka salurkan kepada 14 adik asuh yang tersebar dibeberapa daerah di Jogja. dua belas diantaranya masih SD, sedangkan sisanya SMP. dana yang dianggarkan mereka perbulan sebanyak Rp 180.000,- untuk jenjang SD sedangkan Rp 300.000,- utk adik asuh SMP.
coiners jogja pun tidak asal tunjuk untuk adik asuh. mereka udah memiliki standar agar tidak salah pilih. Prtama2, survey dilakukan ke sekolah-sekolah di “pinggiran”. setelah itu, mereka meminta rekomendasi dari sekolah bersangkutan.”kalau sudah kami interview mereka dan mendatangi rumah si anak,” tutur Aan. Dari sanalah mereka mendapatkan gambaran siapa anak yang berhak menerima donasi itu. penyaluran koin itu sendiri sebagai coin dropping.

Saat ini, adik asuh CaC trsebar di sleman (4 orang), bantul (5 orang) dan jogja (5 orang). mereka adalah anak-anak yang menempuh pendidikan di sekolah-sekolah yang masih belum memiliki sarana dan prasarana memadai serta jauh dr perkotaan.

Selain coin dropping, CaC juga berusaha mengontrol perkembangan adik asuhnya. caranya, dengan menunjuk beberapa coiners untuk mejadi kakak asuh. Mrekalah yang bertugas mendampingi adik-adik kalau ada masalah.”misal kesulitan belajar,” tukasnya. dengang begitu, kegiatan tidak cuma melulu mengumpulkan uang dan menyalurkannya. Ada proses pendampingan dan pembinaan terus menerus kepada anak-anak tedak mampu itu