CAC Jogja.. I Name It.. Family..

-sebuah tulisan refleksi motivasi oleh karlina denistia-

Ada yang nggak biasa di Coin Collecting Day kali ini.

Seperti yang dulu2, CCD beragendakan ngitung koin sambil sarasehan haha hihi dengan atmosfer keakraban. Yang berbeda dari hari itu adalah bahwa yang ngitung koin ada banyaaak orang dan banyaaaak adik asuh dan banyaaaak yang pakai kaos kebangsaan berwarna biru itu 😉 dari seratus dua ratus rupiah, hari itu TERKUMPUL Rp. 3.672.300,00. What an amazing accumulated amount of coin!
CCD 28 Juli 2013

CCD 28 Juli 2013

Tidak seperti yang dulu2, CCD kali ini dibarengi dengan siaran livenya Karlina sebagai perwakilan dari CAC untuk share mengenai kreatifitas anak muda di radio swaragama. Nggak tanggung2, dua pembicara yang lain adalah Mas Anies Baswedan (salah satu penggagas gerakan Indonesia Mengajar) dan Mas Marzuki Mohammad (pendiri jogja hip hop fondation).
Banyak hal yang bisa kita syukuri dan kita nikmati sekecil apapun itu. Bahkan dari sekitar kita. Aku, belajar banyak dari CAC.. CAC ini adalah sebuah gerakan kolektif. Apa artinya seorang inisiator tanpa pendukung ide? Tanpa pelaksana ide? Tanpa pengkritik ide? Tanpa pengkritik pelaksanaan? Beruntung, aku punya keluarga CAC.. Beruntung, banyak orang yang punya misi sama dan mau bergerak bersama mewujudkan suatu karya dari sebuah ide. THAT’S WHAT IS CALLED A MOVEMENT 🙂
 Mas anies bilang “manusia itu mesin pencetak ide. Utarakan ide itu, jangan hanya disimpan dan direnungkan.. Ngga bakal jadi apa2 nanti.. And just do it.” Aku masih ingat, bagaimana gerakan ini sekitar 5 tahun lalu berasal dari ide seorang Mas Widi tentang komunitas koin untuk beasiswa yang kemudian disampaikan ke anto yang kemudian di share ke aku dan Ade. JUST DO IT. ayok! Dengan bermodal uang dari kantong sendiri dan kepercayaan dari sekitar 10 orang, kami bikin leaflet dan menyelenggarakan CCD 1 yang terkumpul kurang dari 200ribu. CCD kedua terkumpul lagi sejumlah nominal hingga saat itu kas ada sekitar 400 ribu. Kita mau angkat 2 adik asuh yaitu Dek Dewa dan Dek Dyah tapi kok nanti kas habis… “katanya mau melakukan sesuatu.. Masa kas habis aja takut.. Kan ini uang memang buat tujuan membantu..”, gitu kata Ade. Akhirnya, kami menebus uang ijasah dek dyah (ijasah dyah tertahan karena ngga bisa bayar uang buku) dan memberi coin dropping beasiswa pertama untuk dek dewa. Kas kami pun habis tapi kami sangat senang karena ide ini tidak berakhir di tahap perenungan 🙂

Mas Anies juga bilang, “TRUST = (KOMPETENSI + INTEGRITY + KEDEKATAN) – SELF INTEREST”. Berkaca dari perkembangan CAC, semakin banyak trust yang didapat: donatur, volunteer, pihak sekolah, dropzone, media, dan masih banyak lagi. “Ciptakan habitatmu, dan kamu akan tau betapa kamu bisa berkembang di dalamnya” – quote from Mas Juki. Berawal dari 2 menjadi 33 adik asuh, berawal dari 10 menjadi 50an volunteer aktif, berawal dari 1 menjadi 8 donatur tetap.. Semua proses.. Proses MEMERCAYAI.. Benar kata mas anies, CAC harus kompeten di bidangnya. Concern CAC adalah bidang pendidikan dengan movement simpel, RECEH. Integritas kita juga harus solid dan konsisten.. Banyak event yang rutin dilaksanakan CAC: coin collecting day, kelas mimpi, kelas karya, voluntary building, piknik koin, dan pendampingan intensif ke adik asuh. CAC memiliki kedekatan kekeluargaan yang sangat erat, aku yakin semua merasakan hal yang sama (bahkan ada yang pacaran atau mantanan. Uhuk. Ihik. Ohok). Mengenai self interest, tidak mungkin self interest ada di titik nol karena semua orang pasti punya motivasinya masing2 saat bergabung dengan CAC: cari jodoh, biar eksis, biar kenal sama si A, belajar organisasi, belajar jadi pemimpin, pengen punya peran, dll. Tapi self interest itu tidak akan lebih besar dibanding community interest kita yaitu BERBAGI TANPA PAMRIH.

“To share is the best investment in life” – another quote from Mas Juki. Yang CAC lakukan adalah investasi jangka panjang. Mungkin tidak dirasakan dampaknya sekarang.. Misal, buat apa ya aku susah2 ke bantul untuk dropping beasiswa dan antar-jemput adik asuh.. Saat melaksanakan itu, senang yang dirasa karena melihat senyum dari berbagai pihak.. Tapi nanti, aku yakin, lebih dari senang yang dirasa… nama kita terpatri dalam proses hidup seseorang. CAC punya pengalaman turun tangan langsung memberikan bantuan ke adik asuh yang nama CAC akan diingat seumur hidup oleh adik2 asuh kita “duluuu, aku punya kakak banyak banget yang selalu peduli dan kasih semangat ke aku” dan CAC pun akan selalu menjadi cerita pihak sekolah yang bekerja sama dengan CAC bahwa “duluuu, ada mbak2 mas2 yang ngumpulin receh trus bisa ngelulusin siswa kami”. Bagi CAC, adik asuh ada banyak dan mereka bukan satu2nya yang dihandle karena memang multi cases yang kita hadapi.. Tapi bagi adik2 kita, mereka adalah satu-satunya. Kepedulian dan apa yang CAC lakukan, investasi yang tidak tenilai oleh materi 🙂
Hari ini ditutup dengan sangat menyenangkan. Setalah sarasehan dengan Mas Anies di swaragama, kami meluncur ke tempat makan untuk buka puasa bersama.. Kehangatan dan tawa renyah keluarga CAC jadi pelepas lelahku, beneran, seriusan, yakin. Bagaimanapun, aku tetap percaya.. We do what we love and we love what we do.. Berbagi itu mudah, mudah itu yaaa berbagi 😉
Terima kasih telah menjadi bagian dalam proses hidupku, my family..
Yogyakarta Coin A Chance!