AYO, KENALAN DENGAN KAKAK PENDAMPING DI YCAC!

Halo sahabat YCAC, masih dengan semangat tahun baru yang gembira, kali ini kita akan mengajak sahabat YCAC untuk mengenal lebih dekat tentang salah seorang yang berperan penting dalam berkembangnya YCAC. Siapakah dia dan apa peranannya di YCAC?

Perannya adalah sebagai kakak pendamping. Nah, kakak pendamping adalah kakak-kakak yang tergabung dalam divisi pendampingan dan seperti namanya, mereka memiliki tanggung jawab untuk mendampingi serta memantau perkembangan adik-adik asuh YCAC. Untuk lebih lanjut, yuk kita kenalan dengan salah satu kakak pendamping yang ada di YCAC, yaitu Wuri Priharjani.

Kakak cantik yang biasa disapa Kak Wuri ini berasal dari daerah timur Indonesia, Sorong, Papua. Sudah satu tahun Kak Wuri bergabung di YCAC sebagai kakak pendamping. “Bagi saya, CAC bukan hanya sekedar komunitas sosial tapi sudah seperti keluarga sendiri,” begitulah sedikit ungkapan perasaan kak Wuri untuk komunitas YCAC. Bahkan, Kak Wuri mengaku tidak mengalami duka selama menjadi bagian dari keluarga YCAC. Di divisi pendampingan, Kak Wuri menjadi pendamping dari Nafisa Maharani, yang saat ini telah duduk di bangku kelas VII, SMP PIRI 1 Yogyakarta.

Apa sih tantangan kak Wuri menjadi kakak pendamping Dek Nafisa? Menurut Kak Wuri, tantangan yang ada adalah saat awal perkenalannya dengan Dek Nafisa. Meski susah-susah gampang,hal itu pun mulai hilang seiring berjalannya waktu. Dek Nafisa ternyata seseorang yang asyik,bahkan hingga akhirnya Kak Wuri berkenalan dan menjadi akrab dengan keluarganya,yang selalu menyambut dengan hangat kedatangan Kak Wuri. Baru-baru ini juga Kak Wuri baru bertemu Dek Nafisa dan ini dia salah satu momen quality time mereka di sekaten.

Dek Nafisa dan Kak Wuri

Dek Nafisa dan Kak Wuri

Menurut Kak Wuri, yang menjadikan peran sebagai kakak pendamping ini mengasyikan adalah bisa terjun langsung ke lapangan bertemu adik-adik asuh. Misalnya, kegiatan coin dropping, dimana kegiatan ini membuatnya berinteraksi langsung serta belajar bersama adik asuh. Tak hanya itu, pengetahuan lebih pun diperoleh Kak Wuri, yaitu mengenai sekolah-sekolah yang ada di Yogyakarta. Terakhir, kak Wuri beranggapan bahwa dengan menjadi kakak pendaping di komunitas YCAC, Kak Wuri semakin mengerti makna bersyukur. Perasaan lelah dan kesibukan yang sering dialaminya seakan tidak menjadi masalah yang berarti selama ia dapat berguna bagi orang lain.

(Rosa Diyana/mn)