Monthly Archives: June 2009

Has Done CCD#3…

Thanks buat semua temen2 yang udah dateng ke CCD#3 hari minggu sore kemaren. CCD#3 kemaren lumayan rame karena kita banyak nambah droppers baru. Total yang dateng CCD#3 kemaren ada total 15 orang dan dari situ menghasilkan tumpukan koin sebanyak Rp 450.000,- pas tidak kurang… Hehehehehe… So thanks yak!!!
Luph u…

Salam krincing…

Coin Collecting Day#3

post1

Akhirnya setelah melalui perdebatan panjang akhirnya diputuskan bahwa Coin Collecting Day#3 akan dilaksanakan Minggu 28 Juni 2009 di Bundaran UGM dari pukul 18.00-21.00.

Agenda kali ini adalah pertanggung jawaban Coin a Chance Yogya akan pendonasian koin kepada dua adik kita Dewa Firman Gani dan Dyah Ayu Putriningsih. Di sini juga kita akan mencoba berinisiatif wat bikin accesories yang bisa buat media promo kita so pengikut gerakan ini akan tambah besar di jogja…

So bring your coins and drop it… tell your friends….

Dyah Ayu Putriningsih

5068_1177486959354_1293531370_30497869_2313112_n

Setelah Dewa, coin-coin itu pun kembali tersalurkan ke seorang bocah kecil bernama Dyah Ayu Putriningsih.

Hari jum’at, tanggal 5 Juni kemaren saya bersama Danang berangkat ke SD timuran untuk bertemu dengan adik Dyah. Sesampainya disana kita langsung ketemu wali kelasnya, bu Wahyu dan meminta izin untuk ngobrol-ngobrol dikit dengan Dyah.Waktu siswa kelas VI sudah melewati Ujian nasional dan tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar. Dyah Ayu Putriningsih, itulah nama bocah yang kini sedang menanti pengumuman
kelulusannya. iya, Dyah telah menyelesaikan pendidikannya di SDN TImuran dan kini menanti hasil belajarnya selama 6 tahun. NEM bayangannya adalah 23,87 dari tiga mata pelajaran dan NEM tertinggi di sekolahnya adalah 28,xx. Dengan nilai segitu, Dyah memiliki peluang besar untuk melanjutkan pendidikannya di SMP negeri.

Dyah termasuk anak kecil yang periang dan ceria. Dyah merupakan putri kedua dari pasangan bapak Sri Widodo dan Ibu Sukemi. Dyah memiliki seorang kakak perempuan dan telah menikah, sekarang kakaknya tinggal bersama suaminya dirumah ibu mertua. Bapak Dyah berprofesi sebagai tukang parkir dan ibunya bekerja sebaga pembantu di Hotel Nugraha yang berlokasi di daerah purotaman. sedangkan keluarga ini bertempat tinggal di daerah Dukuh, perbatasan antara kota Jogja dan Bantul, namun mereka tercatat sebagai warga bantul. Ini merupakan salah satu kendala bagi Diah untuk melanjutkan sekolahnya di Kota jogja karena untuk calon siswa dari luar Kota Jogja memiliki kuota sendiri. selain itu Dyah kesulitan untuk menerima bantuan yang berasal kota yogya. walaupun sebenernya Diah memiliki kartu KMS.

keluarga Dyah bukan termasuk keluarga yang harmonis. bapaknya sering mabuk-mabukan. Uang hasil parkir sering digunakan untuk membeli minuman keras dan mabuk-mabukan. Bu wahyu cerita kalau sang bapak Pernah menjemput Dyah pulang les di rumahnya dalam kondisi mabuk dan sepeda motornya menabrak pot
kembang di depan rumah bu wahyu. selama ini Dyah ikut ibunya, jadi setiap berangkat sekolah Dyah berangkat bareng ibunya yang juga berangkat ke Hotel tempat ibunya bekerja yang letaknya tidak jauh dari sekolah Dyah. setelah pulang sekolah Dyah tidak langsung pulang ke rumah tetapi mampir ke Hotel dan
baru pulang ke rumah ketika ibunya selesai bekerja. Disinilah Dyah melakukan aktifitasnya jika siang hari seperti tidur siang, bermain, belajar, makan, dan lain-lain. Ibunya jugalah yang selama ini membiayai sekolah Dyah.

Di kelas, Dyah termasuk anak yang biasa-biasa saja. kemampuannya tergolong menengah, tidak pinter banged dan tidak bodoh juga. Tapi Dyah punya semangat tinggi untuk belajar. Dari obrolan kami, tidak terlihat kalau Dyah memiliki masalah dalam keluarganya walaupun sebenarnya ada masalah dalam keluarganya. Dyah aktif dalam kegiatan pramuka dan pernah menang dalam lomba pramuka. Dyah memiliki Cita-cita ingin menjadi Guru SD, tetapi saat kami ajak ke UGM Dyah malah tidak tau UGM itu apa..hehehe,, selain membutuhkan bantuan materi, Dyah juga membutuhkan bimbingan moril dan semangat mengingat kondisi keluarga yang kurang mendukung.

5068_1177486999355_1293531370_30497870_4553946_n

saat ini Dyah masih memiliki tunggakan ke sekolah sebesar Rp 262.500,- dan harus dibayarkan sebagai syarat untuk mengambil ijazah. Uang tunggakan itu adalah uang komite, uang buku, dan uang les yang belum dibayar saat Dyah kelas V. inilah alasan kami untuk menyalurkan coin ke Dyah agar Dyah dapat
memperoleh ijzahnya dan bisa melanjutkan pendidikannya ke SMP.

written by Ibnu Junifan

Finnally… this coins have been dropped…

100_5947
Tulat-tulit… hape gw bunyi jam 7 pagi… Karlin nelpon jam segitu… Katanya ortu dewa mau dateng ke skul pagi itu jam 9. Sial!!! mendadak banget!!! Yang bikin janji karlin eh dianya malah ke magelang… kyaa… Mana perjanjian kemaren ma anak2 waktu ketemu ma Bapak-ma Ibunya Dewa mau bareng2 gitu. Wah pasti pada ga bisa neh kalo mendadak gini….!!!! Waaa…. Langsung deh gw samber Sony Erricsson w610i gw n kasih tau anak2 volunteer surveyor yang mau ikut donasiin koin… Satu persatu2 pada bilang ga bisa karena mendadak… SAmbil bikin formulir wat data pribadi wat Dewa, akhirnya satu orang wanita ini bilang bisa ikut… ADA ANTIQ!!! fyuh… untung deh gw ga pergi sendirian.. Jayus dunk pergi sendirian… Akhirnya Jam 8.30 gw cabut dari rumah sambil menenteng restu dan salam nyokap wat ortunya Dewa… Ngambil receh di rumah Ade… trus jemput Antiq deh..

100_5958
Jam 9 teng kita nyampe di SDN nolobangsan… Trus ada Bu kepsek yang nyambut kita… Sekitar jam 10an Bapaknya Dewa dateng trus gw tanyain kenapa kok telat… Eh malah ada kabar gembira yang bikin kita sumringah…. Ibu yang kemaren gw cerita lagi hamil 7 bulan itu, pagi tadi itu nglahirin, n si anak lahir dengan selamat… Cewek lagi…. Bertambah bahagia saja hati ini mendengar kabar ini… SErasa lengkap saja kebahagiaan keluarga Dewa setelah tau bahwa Dewa mendapat bantuan dari Yogya Coin s Chance… Kami serasa bagai Utusan Tuhan untuk memberikan rejeki kepada keluarga ini….

Tuhan… terima kasih telah memberikan anugrah ini kepada kami… ANugrah untuk ikut merasakan kebahagiaan yang tiada tara yang dirasakan oleh keluarga ini… Bantuan ini kami wujudkan dalam bentuk beasiswa 30 ribu rupiah selama 1 tahun. sehingga apapun kebutuhan Dewa untuk pendidikannya, dapat terbantu dari dana ini… Memang kecil mungkin buat kita… Dana segitu mungkin secara ga disadari bisa habis sama kita dalam waktu beberapa hari saja, bahkan mungkin buat sebagian orang bisa habis dalam 1 hari…. huff… sungguh kejam ya dunia…

Bapak ngucapin terima kasih sebebsar-besarnya atas perhatian ini… Dia juga berharap ada banyak orang2 yang mau peduli dengan sesamanya… walau mungkin bentuk kepedulian itu tidak harus selalu berwujud dengan materi…
Pihak sekolah juga sangat berterimakasih atas ini semua… semoga ada banyak anak lagi yang bisa terbantu….

Salam krincing…